Instalasi beberapa paket di OpenSolaris

Misalnya Anda baru saja selesai menginstal sistem operasi OpenSolaris 2008.05, 2008.11, ataupun 2009.06. Kemudian Anda ingin menambah paket-paket yang belum tersedia secara default pada sistem operasi OpenSolaris tadi, contohnya codec untuk memutar file mp3, OpenOffice, Wine, dan sebagainya. Beberapa file codec dan plugin tidak ikut disertakan di sistem operasi OpenSolaris karena codec dan plugin tersebut tidak bersifat open source. Berikut adalah langkah-langkah untuk proses instalasi paket-paket tersebut bagi Anda yang belum tau cara menginstal paket-paket tersebut.

1. Instalasi codec mp3

    Untuk dapat memutar file mp3, Anda dapat menggunakan codec gratis dari fluendo yang dapat diunduh dari http://www.fluendo.com/shop/product/fluendo-mp3-decoder/. Setelah codec tersebut, selanjutnya tinggal menginstal codec tersebut.

    Extraklah dengan perintah berikut di Terminal (ibaratnya file codec tersebut ada di desktop), dan kemudian copy kan file libgstflump3dec.so ke direktori /usr/lib/gstreamer-0.10/.


    osug@opensolaris-medan:~$ ls

    Desktop Documents Download Public

    osug@opensolaris-medan:~$ cd Desktop/

    osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ ls

    addmoresoftware.desktop fluendo-mp3-7.solaris-intel.tar.bz2 opensolaris-next-steps.desktop register-opensolaris.desktop

    osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ tar xjvf fluendo-mp3-7.solaris-intel.tar.bz2

    codecs/

    codecs/libgstflump3dec.so

    README.txt

    LICENSE.txt

    osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ pfexec cp codecs/libgstflump3dec.so /usr/lib/gstreamer-0.10/

    2. Instalasi flash player plugin

      Untuk dapat memutar konten flash di browser, maka diperlukan plugin flash player di browser yang dapat diunduh di http://get.adobe.com/flashplayer/. Browser default di sistem operasi OpenSolaris adalah firefox. Untuk menginstal plugin tersebut, berikut adalah perintahnya. (ibaratnya hasil unduhan berada di Desktop)

      osug@opensolaris-medan:~$ ls

      Desktop Documents Download Public

      osug@opensolaris-medan:~$ cd Desktop/

      osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ ls

      addmoresoftware.desktop flash_player_10_solaris_x86.tar.bz2 opensolaris-next-steps.desktop register-opensolaris.desktop

      osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ tar xjvf flash_player_10_solaris_x86.tar.bz2

      flash_player_10_solaris_r22_87_x86/

      flash_player_10_solaris_r22_87_x86/libflashplayer.so

      osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ pfexec cp flash_player_10_solaris_r22_87_x86/libflashplayer.so /usr/lib/firefox/plugins/

      3. Instalasi OpenOffice

        Secara default, sistem operasi OpenSolaris 2008.05 dst belum disertakan aplikasi OpenOffice secara default. Namun, untuk menginstal OpenOffice tersebut caranya sangatlah gampang. OpenOffice bisa diunduh di

        http://kambing.ui.ac.id/openoffice/stable/3.1.0/OOo_3.1.0_Solarisx86_install_wJRE_en-US.tar.gz

        atau di

        http://openoffice.bouncer.osuosl.org/?product=OpenOffice.org&os=solarisx86wjre&lang=en-US&version=3.1.0

        Berikut cara menginstal OpenOffice di Opensolaris

        osug@opensolaris-medan:~$ ls

        Desktop Documents Download Public

        osug@opensolaris-medan:~$ cd Desktop/

        osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ ls

        addmoresoftware.desktop OOo_3.1.0_Solarisx86_install_wJRE_en-US.tar.gz opensolaris-next-steps.desktop register-opensolaris.desktop

        osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ pfexec cp OOo_3.1.0_Solarisx86_install_wJRE_en-US.tar.gz /opt/

        osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ cd /opt/

        osug@opensolaris-medan:/opt$ ls

        DTT OOo_3.1.0_Solarisx86_install_wJRE_en-US.tar.gz SUNWmlib

        osug@opensolaris-medan:/opt$ pfexec tar zxvf OOo_3.1.0_Solarisx86_install_wJRE_en-US.tar.gz

        osug@opensolaris-medan:/opt$ cd OOO310_m11_native_packed-2_en-US.9399/

        osug@opensolaris-medan:/opt/OOO310_m11_native_packed-2_en-US.9399$ pfexec ./setup

        maka akan muncul window penginstalan OpenOffice seperti berikut, dan selanjutnya tinggal pilih next sampai proses penginstalan selesai.

        Selanjutnya hapus file-file yang tidak diperlukan dengan perintah

        osug@opensolaris-medan:/opt$ pfexec rm -rf OOO310_m11_native_packed-2_en-US.9399/ OOo_3.1.0_Solarisx86_install_wJRE_en-US.tar.gz

        Untuk menggunakan aplikasi OpenOffice dapat diakses dari menu Application>Office>OpenOffice

        4. Instalasi Java dan NetBeans

          Bagi Anda yang bisa menggunakan NetBeans untuk aktivitas programming Anda, dan juga yang memerlukan Java, berikut adalah cara menginstal Java dan NetBeans di OpenSolaris.

          osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ ls

          addmoresoftware.desktop jdk-6u10-solaris-i586.sh opensolaris-next-steps.desktop register-opensolaris.desktop

          osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ pfexec cp jdk-6u10-solaris-i586.sh /opt/

          osug@opensolaris-medan:~/Desktop$ cd /opt/

          osug@opensolaris-medan:/opt$ pfexec ./jdk-6u10-solaris-i586.sh

          Kemudian tekan tombol spasi sampai muncul seperti di bawah ini, kemudian ketik yes dan tekan Enter.

          For inquiries please contact: Sun Microsystems, Inc., 4150

          Network Circle, Santa Clara, California 95054, U.S.A.

          Do you agree to the above license terms? [yes or no]

          yes

          Tunggu sampai proses instalasi selesai. Kemudian selanjutnya menginstal NetBeans dengan perintah

          osug@opensolaris-medan:/opt$ pfexec ./netbeans-6.5-ml-solaris-x86.sh

          kemudian akan muncul window proses penginstalan dan ikuti sampai proses penginstalan sampai selesai.

          5. Instalasi melalui IPS Package Manager

            Untuk menginstal aplikasi-aplikasi lainnya di OpenOffice, bisa juga dengan menggunakan IPS Package Manager yang bersifat GUI yang ada di System>Administration>Package Manager. Contohnya, untuk menginstal OpenOffice dengan menggunakan IPS Package Manager, kita cukup mengetikkan openoffice di kolom Search, kemudian centang package openoffice dan pilih Install/Update. Perlu diingat, untuk menginstal aplikasi dengan menggunakan IPS Package Manager Anda harus terkoneksi ke Internet. Di sebelah kiri, ada banyak kategori-kategori jenis aplikasi yang tersedia dan bisa diinstal.

            6. Instalasi wine

              Wine adalah aplikasi yang berguna untuk menginstal aplikasi-aplikasi milik windows misalnya yang berekstensi .exe. Wine adalah singkatan dari wine is not emulator ataupun windows emulator.

              Untuk dapat menginstal Wine, kita perlu menambahkan repository yang menyediakan package Wine, yaitu di http://pkg.opensolaris.org/contrib/. Untuk menambahkan repository tersebut, pertama buka IPS Package Manager, kemudian Pilih Menu Settings>Manage Repositories. Isi Kolom Name dan URL seperti di bawah ini kemudian pilih Add, tunggu hingga proses penambahan alamat server repository selesai, kemudian tutup window-nya.

              Kemudian, pastikan pilihan alamat repository memilih Contrib yang dibuat tadi, ketik wine di kolom Search, centang package wine, kemudian pilih Instal/Update. Selanjutnya ikuti proses penginstalan sampai selesai.

              Setelah proses instalasi selesai, buka Terminal dan ketik perintah sepeti di bawah ini :

              osug@opensolaris-medan:~$ wine

              maka akan muncul window konfigurasi wine seperti berikut :

              Untuk menginstal aplikasi, pilih Add application, kemudian arahkan ke file aplikasi .exe kemudian pada pilihan Windows Version pilih Windows XP. Kemudian di Terminal ketik perintah

              osug@opensolaris-medan:~$ wine nama-aplikasi.exe

              Namun, belum banyak aplikasi yang bisa dijalankan dengan Wine ini, dan Wine di OpenSolaris pun masih tahap pengembangan, sehingga masih banyak sekali bugs-nya.

              Terima kasih

              Mas Alex, rekan-rekan OSUG-ID, OSUM-USU, dan OSUG-Medan

              Instalasi OpenSolaris Dual-Boot dengan W*nd*ws

              Sebenarnya untuk menginstal sistem operasi OpenSolaris sangat mudah. Namun, mungkin bagian yang cukup sulit adalah bagaimana mempersiapkan partisi untuk sistem operasi OpenSolaris yang ingin diinstal tersebut. Yang perlu diingat adalah, partisi untuk sistem operasi OpenSolaris harus partisi primary.

              Kita akan mempersiapkan partisi untuk OpenSolaris dari sistem operasi W*nd*ws yang telah terinstal. Untuk memudahkan pembuatan partisi, kita bisa menggunakan aplikasi seperti Partition Magic Portable ataupun Partition Magic versi Trial, dan banyak aplikasi sejenis lainnya. Dalam contoh berikut, digunakan Partition Magic Portable.

              Pada gambar terlihat bahwa seluruh harddisk telah digunakan, dan untuk membuat partisi untuk OpenSolaris, maka kita harus menyediakan space baru dengan cara me-resize partisi yang sudah ada, dengan syarat partisi tersebut belum digunakan seluruhnya. Kita akan membuat partisi yang baru dengan cara me-resize partisi F sehingga akan tersedia space kosong untuk partisi baru di posisi paling kanan.

              Untuk me-resize partisi F, klik kanan di posisi seperti gambar di bawah, kemudian pilih Resize/Move. Ingat, sebelum me-resize, defrag-lah terlebih dahulu partisi F tersebut untuk menyusun kembali data-data yang ada di partisi tersebut sehingga tidak akan rusak pada saat me-resize nanti !!

              Maka akan muncul windows seperti dibawah. Klik dan drag tanda panah pada balok di sisi kanan ke kiri, atau bisa dengan cara mengisi kolom Free Space After dengan ukuran sekitar 7GB. Sehingga, kira-kira nanti kita akan memperoleh ukuran untuk partisi OpenSolaris sekitar 7 GB (minimal partisi untuk OpenSolaris adalah sebesar 3GB). Kemudian pilih OK.

              Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk partisi Extended (yang berwarna hijau). Klik dan drag tanda panah di sisi sebelah kanan sampai mentok ke arah kiri seperti gambar di bawah.

              Maka nanti akan terlihat space kosong di posisi palang kana sebesar 7 GB. Kemudian klik kanan di bagian tersebut ataupun seperti di posisi pada gambar di bawah ini dan pilih Create.

              Kemudian isi window yang muncul seperti kondisi dibawah ini. Pilih create as Primary Partition, Partition Type Unformatted, dan Drive Letter None, kemudian pilih OK.

              Langkah terakhir adalah pilih Apply yang ada di posisi bawah sebelah kiri. Tunggu hingga proses selesai maka pembuatan partisi untuk OpenSolaris sudah selesai dilakukan. Kemudian tinggal melakukan proses penginstalan sistem operasi OpenSolaris dengan mem-boot CD Instalasi OpenSolaris

              Setelah proses boot Live CD OpenSolaris telah selesai dan tampilan grafis desktop juga telah muncul, maka akan ada Icon Device Driver Utility yang berguna untuk mengetahui apakah semua driver telah terbaca semua atau tidak. Untuk driver-driver yang belum terbaca, setelah proses instalasi dapat ditambahkan dengan langkah-langkah yang mungkin bisa dicari di Internet.

              Tahap pertama

              Untuk menginstal, double-klik Icon Instal OpenSolaris , maka akan muncul window proses instalasi yang terdiri dari 7 langkah yang sangat mudah untuk dimengerti.

              Tahap kedua, cari Size partisi yang telah dibuat sebelumnya dan pilih Solaris pada bagian yang di sebelah kirinya. Dalam contoh di atas adalah partisi yang dibuat sebelumnya berukuran 7,1 GB.

              Tahap ketiga, pilih lokasi, dan waktu, serta jam komputer Anda.

              Tahap keempat, pemilihan bahasa

              Tahap kelima, isi password roor, nama user dan password user (bedakan password untuk root dan password untuk user !!)

              Tahap terakhir, penjelasan dari proses-proses yang sebelumnya. Pilih Instal untuk memulai proses Intalasi. Setelah proses Instalasi selesai, maka akan muncul pilihan Reboot. Reboot komputer dan keluarkan CD Instalasi pada saat posisi OpenSolaris dalam keadaan ter-shut down.

              Pada saat komputer hidup nanti, maka akan ada pilihan masuk ke sistem Operasi OpenSolaris dan ke sistem Operasi Windows. Demikianlah cara menginstal sistem operasi OpenSolaris yang telah sistem operasi W*nd*ws.

              Terima kasih :

              Mas Alex, Rekan-rekan OSUG-ID, OSUM-USU, dan OSUG-Medan.

              Unduh pdfnya di sini

              Beberapa Utility Benchmarking di Ubuntu

              Berikut adalah beberapa tool benchmarking untuk Ubuntu yang telah tersedia dari repository Ubuntu sendiri:

              bonnie++ – Hard drive bottleneck testing benchmark suite.
              siege – Http regression testing and benchmarking utility
              avifile-utils – utility programs using the avifile library
              contest – The linux kernel responsiveness benchmark
              cstream – general-purpose stream-handling tool similar to dd
              dbench – The dbench (disk) and tbench (TCP) benchmarks
              libamstd-ruby1.8 – AMbitious STanDard library for Ruby 1.8
              libbenchmark-ocaml-dev – OCaml benchmarking library
              libcrypto++-dev – General purpose cryptographic C++ library – development
              libcrypto++-utils – General purpose cryptographic library – utilities and data files
              muscle – [Biology] multiple alignment program of protein sequences
              nhfsstone – NFS benchmark program
              postal – SMTP benchmark – the mad postman.
              postgresql-contrib-7.4 – additional facilities for PostgreSQL
              postgresql-contrib-8.0 – additional facilities for PostgreSQL
              postmark – File system benchmark from NetApp
              scsitools – Collection of tools for SCSI hardware management
              stress – A tool to impose load on and stress test a computer system
              tiobench – Threaded I/O bench for Linux
              xengine – A benchmark program for the X Window System.
              iozone3 – Filesystem and Disk Benchmarking Tool
              apache2-utils – utility programs for webservers
              postgresql-contrib-8.1 – additional facilities for PostgreSQL

              Atau, anda bisa mencarinya sendiri di Ubuntu anda dengan perintah

              sudo apt-cache search benchmark

              credits to az from http://ubuntuforums.org/archive/index.php/t-323179.html

              Cara me-mounting partisi di OpenSolaris

              Untuk dapat me-mounting partisi NTFS, Ext2, dan Ext3 di sistem operasi OpenSolaris, kita membutuhkan dua paket yaitu FSWpart.tar.gz dan FSWfsmisc.tar.gz.

              Setelah kedua paket tersebut selesai diunduh, maka selanjutnya tinggal menginstal kedua paket tersebut dan me-mounting partisi yang kita inginkan.

              Ekstrak kedua paket tersebut dengan perintah

              osug@opensolaris-medan:~$ gzcat FSWpart.tar.gz | tar xvf –

              osug@opensolaris-medan:~$ gzcat FSWfsmisc.tar.gz | tar xvf –

              Kemudian instal dengan perintah

              osug@opensolaris-medan:~$ pkgadd -d . FSWpart

              osug@opensolaris-medan:~$ pkgadd -d . FSWfsmisc

              Kemudian jalankan perintah untuk mengetahui lokasi partisi-partisi di harddisk

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec /usr/bin/prtpart

              Fdisk information for device /dev/rdsk/c3d0p0

              Block Size : 512 bytes

              Controller : ide

              Disk : cmdk

              Capacity : 149 GB

              # start block # nblocks startCylSecHd endCylSecHd OSType

              1: 0000000063 0081915372 0/ 1/ 1 ff/ff/fe IFS: NTFS

              2: 0081915435 0204796620 ff/ff/fe ff/ff/fe WIN95 Extended(LBA)

              # start block # nblocks startCylSecHd endCylSecHd OSType

              5: 0000000063 0102398247 ff/c1/ 1 ff/ff/fe IFS: NTFS

              0: 0102398310 0102398310 ff/c1/ 0 ff/ff/fe DOS Extended

              # start block # nblocks startCylSecHd endCylSecHd OSType

              6: 0000000063 0102398247 ff/c1/ 1 ff/ff/fe IFS: NTFS

              3: 0286712055 0025864650 ff/ff/fe ff/ff/fe Solaris x86

              Pada hasil perintah di atas, diketahui terdapat beberapa partisi yaitu

              • /dev/dsk/c3d0p1 yaitu partisi NTFS
              • /dev/dsk/c3d0p2 yaitu sebuah partisi extended
              • /dev/dsk/c3d0p 5 yaitu partisi NTFS
              • /dev/dsk/c3d0p6 yaitu partisi NTFS
              • /dev/dsk/c3d0p3 yaitu partisi Solaris

              Sebelum me-mounting partisi-partisi yang diinginkan, buatlah dulu direktori-direktori tempat me-mounting partisi-partisi tersebut, yaitu dengan perintah

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec mkdir /mnt/C

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec mkdir /mnt/D

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec mkdir /mnt/E

              misalkan C untuk partisi pertama, D untuk kedua, dan seterusnya

              Selanjutnya tinggal me-mounting partisi-partisi yang ada dengan perintah

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec mount -F ntfs /dev/dsk/c3d0p1 /mnt/C

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec mount -F ntfs /dev/dsk/c3d0p5 /mnt/D

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec mount -F ntfs /dev/dsk/c3d0p6 /mnt/E

              Kenapa partisi c3d0p2 dan c3d0p3 tidak ikut di-mounting, karena c3d0p2 adalah partisi extended dan tidak berisi data, dan partisi c3d0p3 adalah partisi sistem operasi Solaris kita yang sedang kita gunakan.

              Kemudian, untuk melihat isi-partisi tersebut, kita tinggal menuju direktori /mnt/C, /mnt/D, dan /mnt/E.

              Untuk partisi Ext2 dan Ext3, maka perintahnya untuk me-mounting cukup diganti menjadi

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec mount -F ext2fs /dev/dsk/c3d0p(nomor-partisi) /mnt/Contoh

              Dan untuk partisi Fat16 dan Fat 32, sebenarnya kita tidak perlu menginstal kedua paket di atas tadi karena sistem operasi Opensolaris sudah mendukung kedua jenis partisi tersebut. Untuk me-mounting partisi Fat16 / Fat32, perintahnya menjadi

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec mount -F pcfs /dev/dsk/c3d0p(nomor-partisi) /mnt/Contoh

              Agar perintah-perintah me-mounting di atas tidak perlu kita ulangi lagi pada setiap kali komputer dihidupkan, maka kita perlu melakukan konfigurasi pada file /etc/vfstab dengan perintah

              osug@opensolaris-medan:~$ pfexec gedit /etc/vfstab

              Kemudian tambahkan baris-baris berikut ke bagian paling bawah isi file tersebut kemudian save dan tutup window geditnya.

              /dev/dsk/c3d0p1 – /mnt/C ntfs – yes –

              /dev/dsk/c3d0p5 – /mnt/D ntfs – yes –

              /dev/dsk/c3d0p6 – /mnt/E ntfs – yes -

              maka, setiap kali menghidupkan komputer, maka semua partisi tersebut akan langsung ter-mounting otomatis.

              Selamat mencoba

              Sumber :

              http://blogs.sun.com/pradhap/entry/mount_ntfs_ext2_ext3_in

              http://www.beezmo.com/ThinkPadT43Dir/TPT43SolarisDir/T43SNVVfstab.htm

              Unduh file pdf-nya di sini

              Install Fonts Microsoft’s TrueType core di Fedora 12

              Apabila Anda komplain dan merasa kurang nyaman dengan tampilan font di Fedora Anda? Atau membutuhkan font windows untuk kebutuhan mengetik file dokumen Anda?  Dan Anda ingin menginstal font windows tersebut di Fedora Anda? Mungkin ini yang Anda cari.

              Instal paket-paket berikut

              • rpm-build
              • wget
              • ttmkfdir
              • xfs
              • cabextract
              • chkfontpath

              Caranya, jalankan perintah berikut di Terminal (Application>System Tools>Terminal)

              [ainul@localhost ~]$ su
              Password:
              [root@localhost ainul]# yum install rpm-build wget ttmkfdir xfs cabextract

              [root@localhost ainul]# wget http://dl.atrpms.net/f12-x86_64/atrpms/stable/chkfontpath-1.10.1-2.fc12.x86_64.rpm

              [root@localhost Downloads]# rpm -ivh chkfontpath-1.10.1-2.fc12.x86_64.rpm


              Keluar dari user root / kembali ke user biasa dengan menekan tombol ctrl+d.

              Kemudian buat lingkungan dan direktori tempat pembuatan file rpm msttcorefonts, caranya

              [ainul@localhost ~]$ echo ‘%_topdir %(echo $HOME)/rpmbuild’ >> .rpmmacros

              [ainul@localhost ~]$ mkdir $HOME/.rpmmacros

              [ainul@localhost ~]$ mkdir -p $HOME/rpmbuild/BUILD and $HOME/rpmbuild/RPMS/noarch


              Unduh file msttcorefonts spec paling terbaru dari sini.

              Buat file rpm dengan mengetikkan perintah.

              [ainul@localhost ~]$ rpmbuild -bb msttcorefonts-2.0-1.spec


              Instal file msttcorefonts yang baru saja di buat.

              [ainul@localhost ~]$ cd /home/ainul/rpmbuild/RPMS/noarch/
              [ainul@localhost noarch]$ su
              Password:
              [root@localhost noarch]# rpm -ivh msttcorefonts-2.0-1.noarch.rpm


              Langkah terakhir adalah me-restart servis X font server untuk me-load font-font yang baru saja Anda install.

              [root@localhost noarch]# /sbin/service xfs reload


              Coba buka openoffice-writer Anda, dan lihat apakah font-font milik windows telah terinstal.

              Semoga bermanfaat.

              sumber :

              http://corefonts.sourceforge.net/

              http://declinkz.blogspot.com/2009/06/menginstall-font-microsoft-di-fedora-10.html

              Beberapa Hal Yang Mungkin Anda Lakukan Setelah Menginstal Fedora 12

              Setelah sekian lama, akhirnya saya menginstal Fedora lagi di komputer saya. Dan ini terjadi saat rilis Fedora 12 pada November 2009 yang lalu. Selama ini saya selalu menggunakan Ubuntu dan OpenSolaris di komputer dan laptop saya. Hal yang membuat saya tertarik Ga tahu kenapa untuk menginstal Fedora lagi di komputer saya adalah desas-desas bahwa Fedora 12 ini lebih baik dibanding Ubuntu 9.10, dan tampilan Fedora yang semakin lama semakain cantik. Dan yang pasti, yang juga menarik perhatian saya adalah Fedora selalu bersaing ketat sebagai disro linux yang paling populer di www.distrowatch.com.

              Langsung saja, untuk mengunduh iso Fedora 12 ini, selain bisa melalui situs fedora sendiri di sini, atau melalui server lokal seperti di ftp://kambing.ui.ac.id/iso/fedora/12/.

              Perlu diperhatikan, ada dua jenis rilis fedora, yang berbentuk dvd dan satu lagi berbentuk live cd. Saya sendiri menggunakan rilis Fedora Desktop Live Media x86_64, yang berbentuk CD untuk 64bit dan menggunakan GNOME.

              Oke, Fedora-nya telah berhasil saya instal. Berikut adalah hal-hal yang saya lakukan di komputer saya.

              Pertama,
              Menggunakan server repository lokal agar koneksi lebih cepat.

              Saya akan menggunakan server repository kambing.
              Jalankan Terminal dari Menu Applications>System Tools>Terminal, dan jalankan perintah di bawah ini

              [ainul@localhost ~]$ su
              Password:
              [root@localhost ainul]# vi /etc/yum.repos.d/fedora.repo

              pada kolom password, masukkan password root / administrator fedora anda.

              [fedora]
              name=Fedora $releasever – $basearch
              failovermethod=priority
              baseurl=http://kambing.ui.edu/fedora/releases/$releasever/Everything/$basearch/os/
              #baseurl=http://download.fedoraproject.org/pub/fedora/linux/releases/$releasever/Everything/$basearch/os/
              #mirrorlist=https://mirrors.fedoraproject.org/metalink?repo=fedora-$releasever&arch=$basearch

              enabled=1
              metadata_expire=7d
              gpgcheck=1
              gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-fedora-$basearch

              lakukan perubahan seperti tulisan yang bercetak tebal di atas. Caranya tekan tombol insert untuk mengetik, setelah selesai, tekan tombol Esc, kemudian tekan tombol Shift+:, ketikkan wq! dan tekan Enter. Maka anda Akan kembali ke tampilan Terminal lagi.

              Kemudian jalankan perintah di bawah untuk mengupdate list paket-paket fedora Anda.
              [root@localhost ainul]# yum update

              Kedua,
              Menambah server repository yang menyediakan paket multimedia

              Setelah mengganti dengan menggunakan server repository lokal, selanjutnya akan menambahkan server repository yang menyediakan paket-paket yang tidak disediakan oleh fedora, seperti codec-codec multimedia. Codec-codec ini tidak disediakan oleh fedora karena codec-codec tersebut bersifat proprietary. Saya menggunakan server repository yang disediakan oleh rpmfusion.org, karena server repository tersebut memiliki paket-paket yang update dan cukup lengkap.

              Caranya adalah, jalankan baris perintah di bawah ini di Terminal (jangan lupa mengetikkan su dan memasukkan password root terlebih dahulu)

              su -c ‘rpm -Uvh http://download1.rpmfusion.org/free/fedora/rpmfusion-free-release-stable.noarch.rpm http://download1.rpmfusion.org/nonfree/fedora/rpmfusion-nonfree-release-stable.noarch.rpm’

              detailnya bisa dilihat di sini

              Ketiga
              Menginstal paket untuk memutar file mp3 dan video

              XMMS
              [root@localhost ainul]# yum -y install xmms xmms-mp3 xmms-faad2

              Rhythmbox/Gstreamer
              [root@localhost ainul]# yum -y install rhythmbox gstreamer-plugins-ugly gstreamer-plugins-bad gstreamer-ffmpeg

              MPlayer
              [root@localhost ainul]# yum -y install gnome-mplayer mplayer mplayer-gui gecko-mediaplayer mencoder

              VLC
              [root@localhost ainul]# yum -y install vlc

              Keempat,
              Instal Wine untuk menjalankan aplikasi .exe milik win**s di atas fedora

              Jalankan perintah ini di Terminal sebagai root.
              [root@localhost ainul]# yum install wine

              Kelima
              Instal axel, download accelerator berbasis command line

              Saya terbiasa mengunduh melalui Terminal, dan tool favorit saya adalah axel. Axel dapat mengunduh secara multithread layaknya Internet Download Manager ataupun download accelerator lainnya.
              Jalankan perintah berikut di Terminal sebagai root.

              [root@localhost ainul]# yum install axel

              Keenam
              Pasang plugin flash player untuk Mozilla Firefox

              Karena saya menggunakan fedora 12 64bit, maka saya juga menggunakan plugin flash player yang 64bit. Jalankan perintah berikut di Terminal.

              [root@localhost ainul]# axel http://download.macromedia.com/pub/labs/flashplayer10/libflashplayer-10.0.42.34.linux-x86_64.so.tar.gz

              Kemudian ekstrak dan copykan file pluginnya ke direktori plugin mozilla firefox
              [ainul@localhost ~]$ tar xzvf libflashplayer-10.0.42.34.linux-x86_64.so.tar.gz
              libflashplayer.so
              [ainul@localhost ~]$ su
              Password:
              [root@localhost ainul]# cp libflashplayer.so /usr/lib64/mozilla/plugins

              Hal lain yang akan saya instal adalah OpenOffice, DropBox, dan Tweetdeck.
              Langkah-langkah instalasinya akan saya tuliskan pada kesempatan lainnya.

              Perayaan Software Freedom Day di USU

              Kemarin, tepatnya tanggal 3 Oktober 2009, beberapa kampus di Indonesia merayakan secara serentak sebuah acara yang disebut dengan Software Freedom Day (SFD), melalui klub-klub kampus bernama OSUM. Dalam beberapa hari ke depan masih akan ada beberapa klub OSUM lainnya yang akan menyelenggarakan perayaan SFD di kampus mereka. Totalnya ada sebanyak 30 klub OSUM dari berbagai kampus di Indonesia yang merayakan acara SFD di tahun 2009 in dari ujung pulau Sumatera sampai Ujung pulau Jawa. Acara ini SFD tahun 2009 ini juga dirayakan oleh beberapa instansi selain klub OSUM, seperti oleh komunitas IT, sekolah, dan sebagainya.

              OSUM sendiri adalah project yang baru saja diluncurkan Sun Microsystem untuk mendorong para mahasiswa agar berpartisipasi dan berkontribusi di dalam Free and Open Source Software (FOSS). Dengan adanya klub OSUM di kampus-kampus, setiap membernya dipacu untuk meningkatkan skill dan kemampuan mereka terhadap teknologi FOSS yang akan berkembang lebih pesat lagi di masa yang akan datang.

              Lalu, apakah itu Sofware Freedom Day dan apa tujuan dari acara Software Freedom Day ini?. Software Freedom Day adalah sebuah perayaan global tentang Free and Open Source Software (FOSS). Tujuan dari perayaan ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat dari penggunaan FOSS di lingkungan pendidikan, pemerintahan, bisnis, di rumah, ataupun dimana saja. Harapannya adalah, agar semua orang paham apa itu FOSS dan sadar akan kebaikan yang didapatkan dari FOSS, dan selanjutnya dapat beralih untuk menggunakan FOSS.

              Kemarin, OSUM-USU ikut merayakan acara ini yang diadakan di kampus S1 Ilmu Komputer, di Jalan Universitas No 24A. Ini adalah pertama kali OSUM-USU merayakan acara SFD.

              Dalam perayaan SFD di USU kemarin, diadakan dua buah sesi diskusi dan penyampaian materi Instalasi sistem operasi OpenSolaris, Ubuntu, BlankOn, dan Mandriva One dengan menggunakan VirtualBox. Kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman selama menggunakan sistem operasi FOSS dan cerita tentang FOSS oleh salah satu member OSUM-USU Muhfi Asbin Sagala, yang juga merupakan pengguna aktif Linux dari komunitas MedanLinux. Sesi pertama dimulai dari jam 10:30 WIB berlangsung sangat meriah sehingga sesi baru berakhir jam 13:00 WIB, lebih lama dari waktu yang telah direncanakan. Karena ruangan yang kecil, akhirnya banyak peserta yang tidak kebagian tempat duduk dan menunggu untuk mengikuti sesi yang kedua. Para peserta sangat tertarik atas cerita yang disampaikan oleh Muhfi, dan semoga terdorong untuk migrasi menggunakan sistem operasi FOSS. “Migrasi sekarang atau tidak sama sekali !”, diucapkan Muhfi pada akhir ceritanya. Sesi pertama ditutup dengan pembagian goodies melalui quiz, dan pertanyaan terakhir menjadi sangat menegangkan dan diiringi sorakan karena goodies yang diberikan adalah Kaos. Sayang sekali jumlah kaosnya tidak  banyak.

              Sesi kedua dimulai jam 14:00 WIB, namun  tidak seramai sesi pertama karena hanya dihadiri oleh beberapa peserta yang tidak bisa mengikuti sesi yang pertama. Sesi kedua ini diisi dengan diskusi dan cerita tentang FOSS oleh Ainul Hizriadi, leader OSUM-USU. Sesi kedua berakhir sekitar jam 16:00 WIB.

              Selain mengadakan kedua sesi pertemuan tersebut. OSUM-USU juga membuat sebuah stand konsultasi FOSS disertai show off beberapa sistem operasi FOSS seperti Ubuntu, Mandriva One, dan OpenSolaris. Di stand ini juga, para pengunjung bisa mendapatkan bantuan instalasi sistem operasi FOSS. Alhamdulillah beberapa laptop telah berhasil diinstalkan, bahkan 3 orang dosen yang lewat juga meminta laptopnya diinstalkan. Namun banyak juga yang tidak dapat dibantu karena stand yang penuh sesak dan keterbatasan penjaga stand. Stand penuh sesak karena banyaknya peserta yang baru mendaftar pada saat acara.

              Alhamdulillah secara keseluruhan acara dapat berlangsung dengan baik, walaupun pihak penyelenggara yaitu OSUM-USU menyadari masih banyak kekurangan di sana-sini. Alhamdulillah juga, feedback dari beberapa peserta ke pihak OSUM-USU sangat baik, dan meminta acara seperti ini bisa diadakan lagi.

              Harapannya, semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan lebih rutin, dengan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi, misalnya diruangan yang lebih besar lagi dan kelengkapan acara yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan pihak-pihak dari kampus-kampus di USU mau mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini lagi di masa yang akan datang. Amin.

              Terima kasih kepada semua pihak yang telah memeriahkan acara ini, para peserta, dan juga para member OSUM-USU yang telah bekerja demi berjalannya acara SFD 2009 – OSUM USU ini.

              Terima kasih kepada Sun Microsystem, sponsor dan pendukung acara SFD ini, dan juga kepada Mas Alex Budiyanto (OSUM Community Manager, Campus Ambassador Coordinator, Community Development Officer Sun Microsystems Indonesia) atas bimbingan dan support-nya kepada OSUM-USU. Semoga acara ini bisa diadakan lagi tahun depan =).

              Dokumentasi acara ini bisa dilihat di Dokumentasi acara ini bisa dilihat di
              http://osum.sun.com/photo/albums/sfd-celebration-osum-usu
              http://osum.sun.com/photo/albums/sfd-2009-osum-usu

               

               

                                                                       

                                                                

               

              Ikuti

              Get every new post delivered to your Inbox.