Perayaan Software Freedom Day di USU

Kemarin, tepatnya tanggal 3 Oktober 2009, beberapa kampus di Indonesia merayakan secara serentak sebuah acara yang disebut dengan Software Freedom Day (SFD), melalui klub-klub kampus bernama OSUM. Dalam beberapa hari ke depan masih akan ada beberapa klub OSUM lainnya yang akan menyelenggarakan perayaan SFD di kampus mereka. Totalnya ada sebanyak 30 klub OSUM dari berbagai kampus di Indonesia yang merayakan acara SFD di tahun 2009 in dari ujung pulau Sumatera sampai Ujung pulau Jawa. Acara ini SFD tahun 2009 ini juga dirayakan oleh beberapa instansi selain klub OSUM, seperti oleh komunitas IT, sekolah, dan sebagainya.

OSUM sendiri adalah project yang baru saja diluncurkan Sun Microsystem untuk mendorong para mahasiswa agar berpartisipasi dan berkontribusi di dalam Free and Open Source Software (FOSS). Dengan adanya klub OSUM di kampus-kampus, setiap membernya dipacu untuk meningkatkan skill dan kemampuan mereka terhadap teknologi FOSS yang akan berkembang lebih pesat lagi di masa yang akan datang.

Lalu, apakah itu Sofware Freedom Day dan apa tujuan dari acara Software Freedom Day ini?. Software Freedom Day adalah sebuah perayaan global tentang Free and Open Source Software (FOSS). Tujuan dari perayaan ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat dari penggunaan FOSS di lingkungan pendidikan, pemerintahan, bisnis, di rumah, ataupun dimana saja. Harapannya adalah, agar semua orang paham apa itu FOSS dan sadar akan kebaikan yang didapatkan dari FOSS, dan selanjutnya dapat beralih untuk menggunakan FOSS.

Kemarin, OSUM-USU ikut merayakan acara ini yang diadakan di kampus S1 Ilmu Komputer, di Jalan Universitas No 24A. Ini adalah pertama kali OSUM-USU merayakan acara SFD.

Dalam perayaan SFD di USU kemarin, diadakan dua buah sesi diskusi dan penyampaian materi Instalasi sistem operasi OpenSolaris, Ubuntu, BlankOn, dan Mandriva One dengan menggunakan VirtualBox. Kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman selama menggunakan sistem operasi FOSS dan cerita tentang FOSS oleh salah satu member OSUM-USU Muhfi Asbin Sagala, yang juga merupakan pengguna aktif Linux dari komunitas MedanLinux. Sesi pertama dimulai dari jam 10:30 WIB berlangsung sangat meriah sehingga sesi baru berakhir jam 13:00 WIB, lebih lama dari waktu yang telah direncanakan. Karena ruangan yang kecil, akhirnya banyak peserta yang tidak kebagian tempat duduk dan menunggu untuk mengikuti sesi yang kedua. Para peserta sangat tertarik atas cerita yang disampaikan oleh Muhfi, dan semoga terdorong untuk migrasi menggunakan sistem operasi FOSS. “Migrasi sekarang atau tidak sama sekali !”, diucapkan Muhfi pada akhir ceritanya. Sesi pertama ditutup dengan pembagian goodies melalui quiz, dan pertanyaan terakhir menjadi sangat menegangkan dan diiringi sorakan karena goodies yang diberikan adalah Kaos. Sayang sekali jumlah kaosnya tidak  banyak.

Sesi kedua dimulai jam 14:00 WIB, namun  tidak seramai sesi pertama karena hanya dihadiri oleh beberapa peserta yang tidak bisa mengikuti sesi yang pertama. Sesi kedua ini diisi dengan diskusi dan cerita tentang FOSS oleh Ainul Hizriadi, leader OSUM-USU. Sesi kedua berakhir sekitar jam 16:00 WIB.

Selain mengadakan kedua sesi pertemuan tersebut. OSUM-USU juga membuat sebuah stand konsultasi FOSS disertai show off beberapa sistem operasi FOSS seperti Ubuntu, Mandriva One, dan OpenSolaris. Di stand ini juga, para pengunjung bisa mendapatkan bantuan instalasi sistem operasi FOSS. Alhamdulillah beberapa laptop telah berhasil diinstalkan, bahkan 3 orang dosen yang lewat juga meminta laptopnya diinstalkan. Namun banyak juga yang tidak dapat dibantu karena stand yang penuh sesak dan keterbatasan penjaga stand. Stand penuh sesak karena banyaknya peserta yang baru mendaftar pada saat acara.

Alhamdulillah secara keseluruhan acara dapat berlangsung dengan baik, walaupun pihak penyelenggara yaitu OSUM-USU menyadari masih banyak kekurangan di sana-sini. Alhamdulillah juga, feedback dari beberapa peserta ke pihak OSUM-USU sangat baik, dan meminta acara seperti ini bisa diadakan lagi.

Harapannya, semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan lebih rutin, dengan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi, misalnya diruangan yang lebih besar lagi dan kelengkapan acara yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan pihak-pihak dari kampus-kampus di USU mau mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini lagi di masa yang akan datang. Amin.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah memeriahkan acara ini, para peserta, dan juga para member OSUM-USU yang telah bekerja demi berjalannya acara SFD 2009 – OSUM USU ini.

Terima kasih kepada Sun Microsystem, sponsor dan pendukung acara SFD ini, dan juga kepada Mas Alex Budiyanto (OSUM Community Manager, Campus Ambassador Coordinator, Community Development Officer Sun Microsystems Indonesia) atas bimbingan dan support-nya kepada OSUM-USU. Semoga acara ini bisa diadakan lagi tahun depan =).

Dokumentasi acara ini bisa dilihat di Dokumentasi acara ini bisa dilihat di
http://osum.sun.com/photo/albums/sfd-celebration-osum-usu
http://osum.sun.com/photo/albums/sfd-2009-osum-usu

 

 

                                                         

                                                  

 

OSUG-Medan (OpenSolaris User Group-Medan)

OSUG-Medan (OpenSolaris User Group-Medan) atau bisa disebut OpenSolaris-Medan adalah komunitas peminat dan pengguna sistem operasi OpenSolaris di wilayah Sumatera Utara.

OSUG-Medan terbentuk pada tanggal 5 Juli 2009 Pukul 15:03 WIB, yang diprakarsai oleh OSUM-USU, OSUM-PIDEL, dan OSUM-Mikroskil, serta rekan-rekan lainnya.

Silahkan bergabung di milis kami, yaitu http://groups.google.co.id/group/osug-medan

Software Freedom Day 2009 – OSUM USU

Software Freedom Day (SFD) adalah sebuah perayaan global tentang Free dan Open Source Software (FOSS). Tujuan dari perayaan ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat dari penggunaan FOSS di lingkungan pendidikan, pemerintahan, bisnis, di rumah, ataupun dimana saja.

Pada perayaan ini Anda bisa berkonsultasi tentang FOSS, dan memperoleh software FOSS tersebut secara GRATIS, bahkan Instalasi Sistem Operasi FOSS tersebut pada perayaan tersebut. Jadi jangan sungkan untuk membawa laptop dan FlashDisk Anda. Dan ajak teman dan kerabat Anda juga.

Masih ada lagi, pada perayaan ini, Anda bisa memperoleh CD gratis, T-Shirt, Sling Bag, Stickers, dan juga Mini Book (sesuai persediaan yang ada).

Yang pasti Anda tidak dipungut biaya untuk hadir pada perayaan ini, dan malah bisa dapat yang gratisan pula. Jadi, jangan sampai ga datang ya.

Untuk melengkapi data peserta yang akan datang di acara SFD 2009 ini, peserta melakukan register dan reserve acara terlebih dahulu di http://osum.sun.com/events/sfd2009-usu, dan ini sebagai syarat untuk mendapatkan goodies tersebut.

Download cara register dan reserve di sini http://www.4shared.com/file/131184553/7d9dd023/Cara_Pendaftaran_SFD_2009.html

TEMPAT TERBATAS !!!

Open Source University Meetup – USU (OSUM-USU)

OSUM (Open Source University Meet Up, dilafalkan dengan “awesome”) adalah sebuah komunitas global bagi para pelajar yang berminat terhadap Free dan Open Source Software (FOSS) dan bagaimana FOSS tersebut “Changing (Y)Our World”. Kami menyebutnya ‘Meetup” untuk lebih mendorong kolaborasi antara tiap member untuk membentuk komunitas open source yang lebih baik lagi.

Apa yang bisa anda peroleh dengan bergabung di OSUM misalnya,

  • Akses ke kursus online gratis, webinar, tutorial, ataupun diskon dalam mengambil sertifikasi seperti Java ataupun Solaris.
  • Berteman dengan sesama pelajar dan developer di seluruh dunia.
  • Berpartisipasi dalam kelompok OSUM di kampus Anda.
  • Dan juga, ada goodies menarik untuk Anda dari Sun Microsystem =)
Bagi Anda yang merasa anak USU, silahkan daftar ke osum.sun.com, dan bergabung di http://osum.sun.com/group/osum_usu, untuk berdiskusi dan informasi mengenai aktifitas OSUM-USU lebih lanjut..

dan ga lupa, semua ini ga dipungut biaya alias gratis..

Cara membuat DVD Repository Ubuntu dari Repository hasil debmirror

Apabila sebelumnya anda telah memiliki file repository Ubuntu berupa file gabungan dari beberapa buah DVD repository-nya, maupun file repository hasil debmirror, mungkin suatu saat anda berkeinginan untuk memecahnya kembali ke dalam beberapa buah dvd, maka prosesnya tidaklah terlalu sulit.

Dalam hal ini saya melakukannya pada Ubuntu 8.10 dan Repository yang akan di burn ke DVD juga Repository Ubuntu 8.10.

Tahap pertama (Penginstalan paket-paket yang dibutuhkan)

Hal pertama yang mesti dilakukan adalah menginstal paket-paket yang diperlukan untuk memecah dan menyusun file repository yang tergabung tadi menjadi beberapa bagian yang akan di-burn ke beberapa DVD nantinya.

Paket-paket penting perlu diinstal adalah debpartial, ruby, dan mkisofs. Namun, paket debpartial ini pada versi 8.10 tidak tersedia di Repository Ubuntu lagi sejak versi Hardy Heron/8.04, akan tetapi masih tersedia di Canonical. Untuk mendownload paket debpartial bisa di ambil di sini. Setelah paket debpartial terunduh, klik 2 kali file tersebut untuk menginstalnya.

Selanjutnya tinggal menginstal paket-paket yang lainnya saja, berikut adalah perintahnya :

sudo apt-get install debmirror liblockfile-simple-perl liblog-agent-perl ruby mkisofs dpkg-dev libdigest-sha1-perl

Copy-lah baris perintah tersebut ke Terminal di Application>Accessories>Terminal, dan ketik Enter. Pastikan Ubuntu anda telah tersambung ke Repository anda agar proses penginstalan dapat berjalan.

Tahap kedua (Ekstrak file debcopy)

File debcopy ini termasuk di dalam file debpartial yang telah diunduh dan diinstal pada tahap pertama tadi.

Untuk mengekstraknya, copy-kan baris perintah tersebut di Terminal.

cp /usr/share/doc/debpartial/examples/debcopy.gz ~
gunzip ~/debcopy.gz

Tahap ketiga (pembagian ke ukuran DVD)

Pastikan anda memiliki space kosong kurang lebih 30 GB untuk tempat memecah repository tadi, mengapa 30 GB karena ukuran total file repository yang saya miliki juga sebesar kurang lebih 25 GB. Kemudian pastikan space kosong lagi untuk tempat membuat file iso DVD repository yang akan dibuat. Jadi total kira-kira diperlukan space kosong kurang lebih 55 GB lebih, karena nantinya akan terbentuk sebanyak 6 buah DVD.

Untuk mengakali space kosong sebesar itu saya lakukan dengan cara memecah file repository terlebih dahulu. Kemudian saya buat file iso untuk file DVD yang pertama. Setelah file iso DVD pertama telah terbuat, file DVD pertama langsung saya hapus dan melanjutkan membuat file iso untuk DVD yang kedua, demikian sampai DVD yang ke enam. Dengan cara ini saya cukup menyediakan space kosong sebesar kurang lebih 35 GB.

Selanjutnya, buatlah sebuah direktori sebagai tempat memecah file respository tadi di space yang kosong tadi. Misalkan nama direktorinya UbuntuDVDs, baik dengan menggunakan perintah “mkdir UbuntuDVDs” di Terminal, maupun dengan klik kanan, Create Folder di Nautilus.

Selanjutnya, copy-kan baris perintah tersebut dan jalankan di Terminal

debpartial --nosource --dirprefix=ubuntu --section=main,restricted,universe,multiverse --dist=intrepid,intrepid-security,intrepid-updates,intrepid-backports --size=DVD ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs

Catatan :

  • tulisan intrepid disesuaikan dengan versi repository yang akan dibuat.
  • Tulisan DVD pada–size=DVD dapat diganti dengan CD apabila anda ingin membuat repository dalam bentuk CD.
  • Tulisan ~/UbuntuRepos dapat diganti dengan letak direktori dimana file repository anda berada, misalnya di /media/disk/ubuntu (nama folder file repository saya adalah ubuntu).
  • Tulisan ~/UbuntuDVDs dapat diganti dengan letak direktori tempat anda akan memecah repository-nya, misalnya /media/Data/UbuntuDVDs.

Setelah perintah selesai dijalankanm, maka akan terbentu folder dengan nama ubuntu0, ubuntu1, sampai ubuntu5 pada direktori UbuntuDVDs. Folder ubuntu0 sampai ubuntu5 inilah yang nantinay akan dibuat menjadi file iso yang berarti akan terbentuk sebanyak 6 buah file iso.

Selanjutnya jalankan perintah-perintah berikut di Terminal

ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu0
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu1
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu2
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu3
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu4
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu5

Setelah semua perintah tersebut selesai, maka proses pemecahan file repository telah selesai dilakukan.

Tahap keempat (pembuatan file iso)

Untuk membuat file iso dari ke enam buah folder ubuntu0 sampai ubuntu5, jalankanlah perintah berikut di Terminal

mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 1/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd1.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu0
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 2/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd2.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu1
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 3/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd3.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu2
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 4/5" -o ubuntu-8.10--$(date -I)-complete-i386-dvd4.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu3
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 5/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd5.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu4
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 5/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd6.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu5

Catatan :

  • Tulisan 8.10 disesuaikan dengan versi ubuntu anda.
  • Tulisan ~/UbuntuDVDs/ubuntu0 disesuaikan dengan letak direktori UbuntuDVDs/ubuntu0 anda.

Dengan ini proses pembuatan file iso tiap DVD telah selesai dibuat, selanjutnya tinggal membakarnya ke DVD.

Untuk membakar file iso tersebut di Ubuntu cukup dengan mengklik kanan file iso yang ingin dibakar dan pilih Write to Disc. Atau juga bisa juga menggunakan aplikasi pembakar CD/DVD yang ada di Ubuntu anda.

Apabila semua DVD telah selesai dibakar, cara menggunakannya cukup dengan memasukkan DVD-nya, kemudian jalankan perintah di Terminal

sudo apt-cdrom add

kemudian

eject

untuk mengelurkan DVD apabila telah selesai dibaca untuk melanjutkan ke DVD-DVD selanjutnya sampai selesai.

Setelah semua DVD telah selesai dibaca, ketikkan perintah

sudo apt-get update

untuk mengupdate daftar-daftar paket yang pada Ubuntu. Kemudian ketikkan perintah

sudo apt-get upgrade

apabila anda ingin meng-update paket-paket pada Ubuntu yang terinstal.

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin memecah Repository Ubuntu yang ada di harddisk ke dalam bentuk DVD, dan semoga berhasil. ^_^

sumber : http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=352460

Time Slider

Salah satu fitur OpenSolaris 2008.11 adalah adanya Time Slider, tools berbasis GUI yang tergabung dengan Nautilus (Window Manager GNOME-nya) dari ZFS Snapshot.

ZFS Snapshot adalah fitur yang berguna untuk mem-back up dan me-restore file pada media penyimpanan yang menggunakan file system ZFS. OpenSolaris 2008.11 menggunakan ZFS secara default sebagai file system sistem operasinya.

Info lengkap mengenai ZFS http://opensolaris.org/os/community/zfs/
Info mengenai Time Slider http://blogs.sun.com/erwann/entry/zfs_on_the_desktop_zfs

Kehandalan dari ZFS Snapshot ini adalah kecepatan dalam mem-back up dan restore-nya. Hal ini bisa terjadi karena ZFS Snapshot tidak mem-back up ulang secara keseluruhan apabila terjadi perubahan pada file. Misalnya hari ini kita mem-back up data kita, kemudian keesokan harinya ada penambahan data lagi, ZFS Snapshot tidak mem-back up ulang data secara keseluruhan, namun hanya perubahannya saja. Hal ini berdampak kepada kecepatan back up dan restore-nya Very Happy

Adanya Time Slider ini lebih memudahkan user dalam menggunakan ZFS Snapshot yang berbasis teks. Dengan menggunakan Time Slider kita cukup menggese-geser slider-nya berdasarkan waktu yang terus berjalan. Apabila kita kehilangan sebuah data, kita cukup menggeser slider-nya ke tanggal dimana file kita tersebut masih ada. Asyik bukan. Namun hal ini tentunya terbatas kepada space harddisk kita saja, sehingga Time Slider juga akan terbatas jangkauannya.


Tombol Untuk melihat Time Slider


Untuk test, saya hapus beberapa buah file yang ada (pakai shift+del)


File tadi sudah terhapus


Untuk me-restore file, klik dulu tombol Time Slider, kemudian geser ke waktu kapan file-file yang dihapus tadi masih ada. Kemudian pilih file-file yang mau di-restore dengan cara klik kanan dan pilih restore to desktop


File-file tadi sudah di-restore di desktop Very Happy

Untuk bisa melakukan hal seperti ini, jangan lupa untuk mengaktifkan dulu Time Slider di System>Administration>Time Slider Setup. Jangan lupa untuk mengatur direktori-direktori mana saja yang di snapshot. Semakin banyak direktori yang di-snapshot maka semakin banyak memakan space dan semakin sedikit jangkauan snapshot.

Ga tertarik untuk mencoba? Saya sudah coba sendiri seperti di atas.

I Love Picasa 3 So Much

Sebelumnya saya selalu menggunakan Picasa Web Album untuk meng-upload foto-foto ke Internet, dan tiap ingin meng-upload selalu menggunakan browser untuk membuka Picasa Web album. Maklum, waktu itu belum kenal si aplikasi Picasa ini.

Setelah tahu, akhirnya saya coba instal aplikasi Picasa ini. Saya lihat versi stabil masih versi 2,7, namun ada versi beta yaitu versi 3. Saya coba saja yang versi Beta. Saya unduh Picasa 3 Beta untuk varian Ubuntu.

Setelah selesai diunduh, kemudian saya instal dengan langkah gampang walaupun ini di Ubuntu, tinggal klik dua kali file installer-nya kemudian tinggal tunggu proses instalasi selesai. Setelah selesai langsung saja dijalankan. Saya langsung kagum dengan tampilan aplikasi ini, cantik dan gampang digunakan dipahami dan digunakan. Aplikasi juga sudah dilengkapi fitur-fitur untuk memodifikasi gambar, membuat presentasi ataupun video, label CD, upload ke Internet (Picasa Web Album) ,dan banyak lagi fitur yang lainnya.

Saya sangat menyarankan aplikasi Picasa ini bagi yang suka melihat-lihat foto-foto di komputer pribadi. Begitu juga bagi yang suka meng-upload foto-foto ataupun gambar apapun ke Internet, gunakan kombinasi aplikasi Picasa ini dengan Picasa Web Album. Apabila anda menggunakan telah menggunakan situs penyedia jasa upload foto atau gambar yang lain, cobalah juga untuk menggunakan Picasa Web Album.

Untuk bisa menggunakan Picasa Web Album, cukup registrasi saja. Apabila sudah memiliki akun gmail ataupun akun google yang lain, bisa langsung menggunakan akun tersebut.

Dependencies error ??

Barusan tadi pas mau instalin RealPlayer dan Picasa di Ubuntu Intrepid Ibex di laptop kakak yang pernah saya singgung di post sebelumnya, saya ketemu pesan Dependencies error. Hal ini terjadi karena sebelumnya proses instalasi error karena terputus paksa secara tidak sengaja oleh saya. Untung ada penjelasan di bawah pesan error tadi untuk mengatasinya, yaitu saya harus menjalankan perintah sudo apt-get install -f ataupun sudo synaptic -f di Terminal untuk mengatasi masalah tersebut. Apabila masalah tersebut tidak selesaikan maka saya tidak bisa menginstal maupun menginstal aplikasi atau program apapun di Ubuntu kakak saya. Dengan mudah saya ikuti saja panduan tersebut dengan mengetikkan perintah yang disuruh di Terminal. Kebetulan Shortcut Terminal sudah saya letakkan di panel atas desktop GNOME di Laptop, kemudian saya ketik perintah sudo apt-get install -i dan saya tekan enter, kemudian memasukkan password yang diminta maka synaptic mulai memperbaiki Dependencies di Ubuntu di Laptop, dan selanjutnya saya pilih yes untuk melanjutkan proses perbaikan. Proses selanjutnya hanya memasukkan nama host-name komputer, jenis koneksi komputer, dan lain sebagainya yang cukup mudah dimengerti. Setelah selesai maka Synaptic di Ubuntu kakak bisa berjalan seperti sediakala.

Namun, Dependencies itu sebenarnya apa sih? Bagi yang familiar dengan sistem operasi Linux pasti memahami apa itu Dependencies. Maksud dari Dependencies di sistem operasi Linux menurut saya adalah, package-package yang terkait dan dibutuhkan oleh suatu program atau aplikasi. Package-package yang terkait tadi pun bisa saja juga terkait dan membutuhkan package-package yang lainnya. Bahkan bisa terus berlanjut sampai tidak ada package yang dibutuhkan lagi. Contoh mengenai Dependencies ini adalah misalnya sebuah aplikasi membutuhkan sebuah library, dan library tersebut membutuhkan library yang lainnya.

Kejadian di atas yang saya ceritakan tadi menunjukkan bahwa untuk memperbaiki suatu masalah di Linux dalam hal ini di Ubuntu, caranya telah diberikan dan kita cukup mengikutinya saja. Hal ini bisa menjadi contoh salah satu kelebihan Linux dan menjadi nilai plus Ubuntu dibanding beberapa distro Linux yang lain.

Yah, sebenarnya cuma ingin cerita saja sih mengenai kejadian tadi. Sekalian nungguin download iso-nya Milax dan Nexenta selesai.

Wink, Aplikasi Desktop Capturing

Pernah buat tutorial atau presentasi? Yang berupa file video yang mengajarkan dengan langsung menunjukkan langkah perlangkah atau proses yang kita kerjakan di desktop komputer kita?

Ada aplikasi yang bernama Wink. Gunanya ya untuk itu tadi, Wink bisa merekam aktivitas yang kita kerjakan di desktop kita dan bisa digunakan untuk membuat tutorial ataupun presentasi. Selain gambar/video, Wink juga bisa merekam suara. Jadi kita bisa membuat tutorial berbentuk video dan juga ada suaranya. Wink mendukung format flash, exe, pdf, dan html untuk tutorial yang ingin kita buat.

Wink juga tersedia untuk platfrom windows selain untuk Linux. Untuk Linux Wink mebutuhkan library GTK 2.4 atau yg lebih tinggi.

What’s New in OpenSolaris 2008.11

Setelah OpenSolaris merilis OpenSolaris 2008.05 melalui project Indiana mereka pada bulan Mei 2008 kemarin, bulan November 2008 nanti OpenSolaris 2008.11 akan dirilis dengan beberapa perbaikan atas fitur-fiturnya dan dengan tampilan yang baru..

Nantinya mudah-mudahan saja distro/distribusi OpenSolaris ini bisa seperti Ubuntu, karena target distro ini juga bisa dibilang sama dengan Ubuntu, namun distro OpenSolaris ini memiliki fitur-fitur yang hanya ada di Solaris/OpenSolaris dan tidak ada di OS lain, contohnya ZFS, DTrace, Zones and Containers, dan sebagainya.

Nantinya sistem operasi dengan file system ZFS ini akan dilengkapi dengan GNOME 2.24, Firefox 3, SongBird sebagi media player, dukungan yang lebih baik terhadap audio dan slot memori card, TimeSlider yang berfungsi untuk mengamati perubahan file-file dan me-recovery-nya apabila perlu, Automated Install untuk penginstalan OpenSolaris pada beberapa buah komputer melalui sebuah server, Network Auto-Magic yang diperbaharui, dan banyak lagi package-package baru yang akan digunakan pada rilis 2008.11 ini.

Untuk rilis 2008.11 ini, juga ada diiringi dengan penambahan dua buah server repository baru, http://pkg.sun.com/opensolaris dan http://pkg.opensolaris.org/contrib.

Rencananya OpenSolaris 2008.11 akan dirilis berbasis kernel OpenSolaris (nama kodenya Nevada) build 101.

Saat ini bagi yang tidak sabar menunggu, OpenSolaris 2008.11 yang berbasis Nevada build 100 sudah dapat diunduh dari http://www.genunix.org/distributions/indiana/.

Informasi mengenai distro OpenSolaris ini juga bisa dilihat di http://www.gnome.org/~gman/opensolaris-whats-new/