Cara membuat DVD Repository Ubuntu dari Repository hasil debmirror

Apabila sebelumnya anda telah memiliki file repository Ubuntu berupa file gabungan dari beberapa buah DVD repository-nya, maupun file repository hasil debmirror, mungkin suatu saat anda berkeinginan untuk memecahnya kembali ke dalam beberapa buah dvd, maka prosesnya tidaklah terlalu sulit.

Dalam hal ini saya melakukannya pada Ubuntu 8.10 dan Repository yang akan di burn ke DVD juga Repository Ubuntu 8.10.

Tahap pertama (Penginstalan paket-paket yang dibutuhkan)

Hal pertama yang mesti dilakukan adalah menginstal paket-paket yang diperlukan untuk memecah dan menyusun file repository yang tergabung tadi menjadi beberapa bagian yang akan di-burn ke beberapa DVD nantinya.

Paket-paket penting perlu diinstal adalah debpartial, ruby, dan mkisofs. Namun, paket debpartial ini pada versi 8.10 tidak tersedia di Repository Ubuntu lagi sejak versi Hardy Heron/8.04, akan tetapi masih tersedia di Canonical. Untuk mendownload paket debpartial bisa di ambil di sini. Setelah paket debpartial terunduh, klik 2 kali file tersebut untuk menginstalnya.

Selanjutnya tinggal menginstal paket-paket yang lainnya saja, berikut adalah perintahnya :

sudo apt-get install debmirror liblockfile-simple-perl liblog-agent-perl ruby mkisofs dpkg-dev libdigest-sha1-perl

Copy-lah baris perintah tersebut ke Terminal di Application>Accessories>Terminal, dan ketik Enter. Pastikan Ubuntu anda telah tersambung ke Repository anda agar proses penginstalan dapat berjalan.

Tahap kedua (Ekstrak file debcopy)

File debcopy ini termasuk di dalam file debpartial yang telah diunduh dan diinstal pada tahap pertama tadi.

Untuk mengekstraknya, copy-kan baris perintah tersebut di Terminal.

cp /usr/share/doc/debpartial/examples/debcopy.gz ~
gunzip ~/debcopy.gz

Tahap ketiga (pembagian ke ukuran DVD)

Pastikan anda memiliki space kosong kurang lebih 30 GB untuk tempat memecah repository tadi, mengapa 30 GB karena ukuran total file repository yang saya miliki juga sebesar kurang lebih 25 GB. Kemudian pastikan space kosong lagi untuk tempat membuat file iso DVD repository yang akan dibuat. Jadi total kira-kira diperlukan space kosong kurang lebih 55 GB lebih, karena nantinya akan terbentuk sebanyak 6 buah DVD.

Untuk mengakali space kosong sebesar itu saya lakukan dengan cara memecah file repository terlebih dahulu. Kemudian saya buat file iso untuk file DVD yang pertama. Setelah file iso DVD pertama telah terbuat, file DVD pertama langsung saya hapus dan melanjutkan membuat file iso untuk DVD yang kedua, demikian sampai DVD yang ke enam. Dengan cara ini saya cukup menyediakan space kosong sebesar kurang lebih 35 GB.

Selanjutnya, buatlah sebuah direktori sebagai tempat memecah file respository tadi di space yang kosong tadi. Misalkan nama direktorinya UbuntuDVDs, baik dengan menggunakan perintah “mkdir UbuntuDVDs” di Terminal, maupun dengan klik kanan, Create Folder di Nautilus.

Selanjutnya, copy-kan baris perintah tersebut dan jalankan di Terminal

debpartial --nosource --dirprefix=ubuntu --section=main,restricted,universe,multiverse --dist=intrepid,intrepid-security,intrepid-updates,intrepid-backports --size=DVD ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs

Catatan :

  • tulisan intrepid disesuaikan dengan versi repository yang akan dibuat.
  • Tulisan DVD pada–size=DVD dapat diganti dengan CD apabila anda ingin membuat repository dalam bentuk CD.
  • Tulisan ~/UbuntuRepos dapat diganti dengan letak direktori dimana file repository anda berada, misalnya di /media/disk/ubuntu (nama folder file repository saya adalah ubuntu).
  • Tulisan ~/UbuntuDVDs dapat diganti dengan letak direktori tempat anda akan memecah repository-nya, misalnya /media/Data/UbuntuDVDs.

Setelah perintah selesai dijalankanm, maka akan terbentu folder dengan nama ubuntu0, ubuntu1, sampai ubuntu5 pada direktori UbuntuDVDs. Folder ubuntu0 sampai ubuntu5 inilah yang nantinay akan dibuat menjadi file iso yang berarti akan terbentuk sebanyak 6 buah file iso.

Selanjutnya jalankan perintah-perintah berikut di Terminal

ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu0
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu1
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu2
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu3
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu4
ruby debcopy -l ~/UbuntuRepos ~/UbuntuDVDs/ubuntu5

Setelah semua perintah tersebut selesai, maka proses pemecahan file repository telah selesai dilakukan.

Tahap keempat (pembuatan file iso)

Untuk membuat file iso dari ke enam buah folder ubuntu0 sampai ubuntu5, jalankanlah perintah berikut di Terminal

mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 1/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd1.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu0
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 2/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd2.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu1
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 3/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd3.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu2
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 4/5" -o ubuntu-8.10--$(date -I)-complete-i386-dvd4.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu3
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 5/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd5.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu4
mkisofs -f -J -r -V "Ubuntu 8.10 5/5" -o ubuntu-8.10-$(date -I)-complete-i386-dvd6.iso ~/UbuntuDVDs/ubuntu5

Catatan :

  • Tulisan 8.10 disesuaikan dengan versi ubuntu anda.
  • Tulisan ~/UbuntuDVDs/ubuntu0 disesuaikan dengan letak direktori UbuntuDVDs/ubuntu0 anda.

Dengan ini proses pembuatan file iso tiap DVD telah selesai dibuat, selanjutnya tinggal membakarnya ke DVD.

Untuk membakar file iso tersebut di Ubuntu cukup dengan mengklik kanan file iso yang ingin dibakar dan pilih Write to Disc. Atau juga bisa juga menggunakan aplikasi pembakar CD/DVD yang ada di Ubuntu anda.

Apabila semua DVD telah selesai dibakar, cara menggunakannya cukup dengan memasukkan DVD-nya, kemudian jalankan perintah di Terminal

sudo apt-cdrom add

kemudian

eject

untuk mengelurkan DVD apabila telah selesai dibaca untuk melanjutkan ke DVD-DVD selanjutnya sampai selesai.

Setelah semua DVD telah selesai dibaca, ketikkan perintah

sudo apt-get update

untuk mengupdate daftar-daftar paket yang pada Ubuntu. Kemudian ketikkan perintah

sudo apt-get upgrade

apabila anda ingin meng-update paket-paket pada Ubuntu yang terinstal.

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin memecah Repository Ubuntu yang ada di harddisk ke dalam bentuk DVD, dan semoga berhasil. ^_^

sumber : http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=352460

I Love Picasa 3 So Much

Sebelumnya saya selalu menggunakan Picasa Web Album untuk meng-upload foto-foto ke Internet, dan tiap ingin meng-upload selalu menggunakan browser untuk membuka Picasa Web album. Maklum, waktu itu belum kenal si aplikasi Picasa ini.

Setelah tahu, akhirnya saya coba instal aplikasi Picasa ini. Saya lihat versi stabil masih versi 2,7, namun ada versi beta yaitu versi 3. Saya coba saja yang versi Beta. Saya unduh Picasa 3 Beta untuk varian Ubuntu.

Setelah selesai diunduh, kemudian saya instal dengan langkah gampang walaupun ini di Ubuntu, tinggal klik dua kali file installer-nya kemudian tinggal tunggu proses instalasi selesai. Setelah selesai langsung saja dijalankan. Saya langsung kagum dengan tampilan aplikasi ini, cantik dan gampang digunakan dipahami dan digunakan. Aplikasi juga sudah dilengkapi fitur-fitur untuk memodifikasi gambar, membuat presentasi ataupun video, label CD, upload ke Internet (Picasa Web Album) ,dan banyak lagi fitur yang lainnya.

Saya sangat menyarankan aplikasi Picasa ini bagi yang suka melihat-lihat foto-foto di komputer pribadi. Begitu juga bagi yang suka meng-upload foto-foto ataupun gambar apapun ke Internet, gunakan kombinasi aplikasi Picasa ini dengan Picasa Web Album. Apabila anda menggunakan telah menggunakan situs penyedia jasa upload foto atau gambar yang lain, cobalah juga untuk menggunakan Picasa Web Album.

Untuk bisa menggunakan Picasa Web Album, cukup registrasi saja. Apabila sudah memiliki akun gmail ataupun akun google yang lain, bisa langsung menggunakan akun tersebut.

Dependencies error ??

Barusan tadi pas mau instalin RealPlayer dan Picasa di Ubuntu Intrepid Ibex di laptop kakak yang pernah saya singgung di post sebelumnya, saya ketemu pesan Dependencies error. Hal ini terjadi karena sebelumnya proses instalasi error karena terputus paksa secara tidak sengaja oleh saya. Untung ada penjelasan di bawah pesan error tadi untuk mengatasinya, yaitu saya harus menjalankan perintah sudo apt-get install -f ataupun sudo synaptic -f di Terminal untuk mengatasi masalah tersebut. Apabila masalah tersebut tidak selesaikan maka saya tidak bisa menginstal maupun menginstal aplikasi atau program apapun di Ubuntu kakak saya. Dengan mudah saya ikuti saja panduan tersebut dengan mengetikkan perintah yang disuruh di Terminal. Kebetulan Shortcut Terminal sudah saya letakkan di panel atas desktop GNOME di Laptop, kemudian saya ketik perintah sudo apt-get install -i dan saya tekan enter, kemudian memasukkan password yang diminta maka synaptic mulai memperbaiki Dependencies di Ubuntu di Laptop, dan selanjutnya saya pilih yes untuk melanjutkan proses perbaikan. Proses selanjutnya hanya memasukkan nama host-name komputer, jenis koneksi komputer, dan lain sebagainya yang cukup mudah dimengerti. Setelah selesai maka Synaptic di Ubuntu kakak bisa berjalan seperti sediakala.

Namun, Dependencies itu sebenarnya apa sih? Bagi yang familiar dengan sistem operasi Linux pasti memahami apa itu Dependencies. Maksud dari Dependencies di sistem operasi Linux menurut saya adalah, package-package yang terkait dan dibutuhkan oleh suatu program atau aplikasi. Package-package yang terkait tadi pun bisa saja juga terkait dan membutuhkan package-package yang lainnya. Bahkan bisa terus berlanjut sampai tidak ada package yang dibutuhkan lagi. Contoh mengenai Dependencies ini adalah misalnya sebuah aplikasi membutuhkan sebuah library, dan library tersebut membutuhkan library yang lainnya.

Kejadian di atas yang saya ceritakan tadi menunjukkan bahwa untuk memperbaiki suatu masalah di Linux dalam hal ini di Ubuntu, caranya telah diberikan dan kita cukup mengikutinya saja. Hal ini bisa menjadi contoh salah satu kelebihan Linux dan menjadi nilai plus Ubuntu dibanding beberapa distro Linux yang lain.

Yah, sebenarnya cuma ingin cerita saja sih mengenai kejadian tadi. Sekalian nungguin download iso-nya Milax dan Nexenta selesai.

Download Accelerator di Linux

Sudah pernah dengar atau pakai wxDFast belum? Nama lengkapnya wxDownload Fast.

Aplikasi ini gunanya untuk download accelerator, seperti IDM, Mass Downloader, Gigaget, dan sebagainya.


Sama seperti download accelerator yang lain, aplikasi ini bisa memecah-mecah file yg didownload kemudian disatukan kembali (kalau pernah pakai IDM pasti paham maksudnya). Kita juga bisa atur mau dipecah jadi berapa part sesuai keinginan kita, walaupun jumlahnya terbatas.

Pengalaman pribadi waktu pakai aplikasi ini sejak setahun yg lalu di PCLinuxOS kecepatan download-nya lumayan. Pernah lebih cepat dibanding teman yang pakai IDM di Windows waktu download di saat yang bersamaan. Yah, parameter ukuran kecepatan download kencang memang tergantung oleh banyak faktor. Tapi cukup puas kok waktu itu.


Tapi sekarang pakai wxDFast tidak tahu kenapa kok wxDFast-nya sering menutup sendiri aplikasinya. Sudah coba versi lebih baru ataupun yang lebih lama masih terjadi hal yang sama. Dulu waktu pakai PCLinuxOS wxDFast-nya berjalan normal-normal saja. Di komputer pacar yang pakai Ubuntu juga juga terjadi kejadian yang sama. Tapi, secara umum aplikasi ini bagus kok.


wxDFast tersedia untuk juga untuk Windows dan masih tahap pengembangan untuk MacOS.

Kalau mau download atau baca info lengkapnya di http://dfast.sourceforge.net/index.html
Aplikasi download accelerator yang lain yang bisa digunakan selain wxDFast di OS Linux adalah Axel (Faxel dan g-axel untuk versi GUI-nya, Prozilla (ProzGui untuk versi GUI-nya). Namun, prozilla dan prozgui sudah tidak di develop lagi, dan digantikan oleh Sky Download Manager.

Ubuntu 8.10 di Acer Aspire 2930z, pasangan yang pas.

Cuma ingin cerita, kemarin saya instal Ubuntu 8.10 di Acer Aspire 2930z milik kakak. Metode instalasinya pakai USB Flash Disk hasil Create a startup usb dari Ubuntu di Laptop saya. Caranya tinggal menyisakan space sekitar 700 MB di Flash Disknya. Kemudian klik-klik, selesai. Manfaatnya pakai cara ini, kita tidak perlu lagi menge-burn iso Ubuntu-nya, dan proses instalasinya juga bakal lebih cepat karena menggunakan Flash Disk.

Persiapan sudah siap, tinggal atur BIOS agar boot ke USB, dan proses instalasi pun dimulai. Proses instalasinya masih sama seperti Ubuntu yang dulu-dulu. Cuma tampilan pas di bagian partisinya yang lebih manis.

Setelah proses instalasi selesai, reboot, dan lihat bagaimana Ubuntu 8.10 di Acer Aspire 2930z ini.

Eng Ing Eng.

Ternyata semua driver terdeteksi dengan baik. Baik suara, vga, wifi, bluetoth, dan webcam dapat berjalan dengan baik dan sampai saat ini belum ada masalah. Vga Intel GMA 4500M dan Chipset Wifi Atheros dapat berjalan dengan baik. Tapi tombol switch wifi-nya ga berfungsi. Tapi ya sudahlah, yang penting bisa berjalan dengan baik. Oya, pengatur volume suara juga berfungsi dengan baik. Compiz Fusion juga tinggal di aktifkan saja.

Sekarang, tinggal meracuni si Kakak saja agar mau belajar pakai Ubuntu. Daripada dia mulai belajar dengan OS Vista. hehehe

Sebenarnya si laptop udah terinstal Vista (Bajakan). Menderita sekali pas instalasinya. Banyak sekali hardware yang belum terdeteksi. Driver di CD bawaan juga banyak yang tidak berfungsi. Alhasil mesti cari-cari lagi.

Tapi, memang rasanya Acer Aspire ini memang klop sama Ubuntu 8.10. Semuanya berjalan dengan baik. Terasa ringan, tidak seperti di Vista yang rasanya lambat.

Well, kira-kira laptop ini mau diapain lagi ya. hehehe

Rilis VirtualBox 2.0.4

VirtualBox adalah aplikasi virtualisasi seperti VMware, qemu, bosch, dan banyak lagi. Sama seperti aplikasi virtualisasi yang lain, kita bisa menjalankan banyak sistem operasi secara di virtual di komputer kita. Misalnya kita mempunyai Ms. Windows di komputer kita dan ingin mencoba menginstal Linux secara virtual dengan niat hanya ingin mencoba tanpa ingin merubah partisi-partisi harddisk, maka cukup menginstal aplikasi ini dan tidak perlu takut terjadi kerusakan di komputer kita misalnya kita melakukan kesalahan pada saat menginstal Linux tadi.

VritualBox adalah aplikasi Virtualisasi Open Source yang paling banyak didownload dibanding aplikasi sejenis.
Saat ini, Innotek, pengembang aplikasi VirtualBox ini telah diaskuisisi oleh Sun Microsystem dan tergabung ke projek Virtualisasi mereka yang bernama openxVM.

VritualBox tersedia untuk platform Linux, Windows, OS X, dan juga Solaris/OpenSolaris.