Dependencies error ??

Barusan tadi pas mau instalin RealPlayer dan Picasa di Ubuntu Intrepid Ibex di laptop kakak yang pernah saya singgung di post sebelumnya, saya ketemu pesan Dependencies error. Hal ini terjadi karena sebelumnya proses instalasi error karena terputus paksa secara tidak sengaja oleh saya. Untung ada penjelasan di bawah pesan error tadi untuk mengatasinya, yaitu saya harus menjalankan perintah sudo apt-get install -f ataupun sudo synaptic -f di Terminal untuk mengatasi masalah tersebut. Apabila masalah tersebut tidak selesaikan maka saya tidak bisa menginstal maupun menginstal aplikasi atau program apapun di Ubuntu kakak saya. Dengan mudah saya ikuti saja panduan tersebut dengan mengetikkan perintah yang disuruh di Terminal. Kebetulan Shortcut Terminal sudah saya letakkan di panel atas desktop GNOME di Laptop, kemudian saya ketik perintah sudo apt-get install -i dan saya tekan enter, kemudian memasukkan password yang diminta maka synaptic mulai memperbaiki Dependencies di Ubuntu di Laptop, dan selanjutnya saya pilih yes untuk melanjutkan proses perbaikan. Proses selanjutnya hanya memasukkan nama host-name komputer, jenis koneksi komputer, dan lain sebagainya yang cukup mudah dimengerti. Setelah selesai maka Synaptic di Ubuntu kakak bisa berjalan seperti sediakala.

Namun, Dependencies itu sebenarnya apa sih? Bagi yang familiar dengan sistem operasi Linux pasti memahami apa itu Dependencies. Maksud dari Dependencies di sistem operasi Linux menurut saya adalah, package-package yang terkait dan dibutuhkan oleh suatu program atau aplikasi. Package-package yang terkait tadi pun bisa saja juga terkait dan membutuhkan package-package yang lainnya. Bahkan bisa terus berlanjut sampai tidak ada package yang dibutuhkan lagi. Contoh mengenai Dependencies ini adalah misalnya sebuah aplikasi membutuhkan sebuah library, dan library tersebut membutuhkan library yang lainnya.

Kejadian di atas yang saya ceritakan tadi menunjukkan bahwa untuk memperbaiki suatu masalah di Linux dalam hal ini di Ubuntu, caranya telah diberikan dan kita cukup mengikutinya saja. Hal ini bisa menjadi contoh salah satu kelebihan Linux dan menjadi nilai plus Ubuntu dibanding beberapa distro Linux yang lain.

Yah, sebenarnya cuma ingin cerita saja sih mengenai kejadian tadi. Sekalian nungguin download iso-nya Milax dan Nexenta selesai.

What’s New in OpenSolaris 2008.11

Setelah OpenSolaris merilis OpenSolaris 2008.05 melalui project Indiana mereka pada bulan Mei 2008 kemarin, bulan November 2008 nanti OpenSolaris 2008.11 akan dirilis dengan beberapa perbaikan atas fitur-fiturnya dan dengan tampilan yang baru..

Nantinya mudah-mudahan saja distro/distribusi OpenSolaris ini bisa seperti Ubuntu, karena target distro ini juga bisa dibilang sama dengan Ubuntu, namun distro OpenSolaris ini memiliki fitur-fitur yang hanya ada di Solaris/OpenSolaris dan tidak ada di OS lain, contohnya ZFS, DTrace, Zones and Containers, dan sebagainya.

Nantinya sistem operasi dengan file system ZFS ini akan dilengkapi dengan GNOME 2.24, Firefox 3, SongBird sebagi media player, dukungan yang lebih baik terhadap audio dan slot memori card, TimeSlider yang berfungsi untuk mengamati perubahan file-file dan me-recovery-nya apabila perlu, Automated Install untuk penginstalan OpenSolaris pada beberapa buah komputer melalui sebuah server, Network Auto-Magic yang diperbaharui, dan banyak lagi package-package baru yang akan digunakan pada rilis 2008.11 ini.

Untuk rilis 2008.11 ini, juga ada diiringi dengan penambahan dua buah server repository baru, http://pkg.sun.com/opensolaris dan http://pkg.opensolaris.org/contrib.

Rencananya OpenSolaris 2008.11 akan dirilis berbasis kernel OpenSolaris (nama kodenya Nevada) build 101.

Saat ini bagi yang tidak sabar menunggu, OpenSolaris 2008.11 yang berbasis Nevada build 100 sudah dapat diunduh dari http://www.genunix.org/distributions/indiana/.

Informasi mengenai distro OpenSolaris ini juga bisa dilihat di http://www.gnome.org/~gman/opensolaris-whats-new/