Mengapa Dengan Open Source ??

Berdasarkan UU No 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta, maka sudah seharusnya penggunaan barang-barang atau materi yang tidak berlisensi atau tidak dengan persetujuan pemiliknya dapat disebut bertentangan dengan undang-undang. Begitu juga dengan penggunaan software bajakan yang tidak berlisensi (bajakan) yang saat ini marak beredar di sekitar kita.
Beberapa waktu lalu diketahui aparat pemerintah yang berwenang melakukan razia besar-besaran terhadap
penggunaan software sistem operasi milik Microsoft (windows) di lingkungan perkantoran dan juga di lingkungan warnet. Dan hasilnya, banyak di antara kantor dan warnet yang terjerat razia tersebut karena menggunakan sistem operasi windows yang tidak berlisensi (bajakan) sehingga harus dikenai sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku serta diharuskan membayar denda yang tidak sedikit jumlahnya.

Selain software sistem operasi yang menjadi masalah pelanggaran hak cipta di bidang komputer, terdapat banyak sekali software aplikasi yang sifatnya komersial juga dibajak. Alasan yang diberikan selalu sama, yaitu karena masalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan software aplikasi dan sistem operasi asli tersebut sangat mahal dan berada di luar jangkauan masyarakat umum di Indonesia, jadi mengapa tidak menggunakan bajakannya saja yang gratis dan cukup membayar pengganti uang CD saja.

Misalkan kita membuat sebuah produk menggunakan software bajakan yang banyak dijual bebas di pasaran di Indonesia saat ini. Produk yang kita buat tadi kemudian kita jual di pasaran dengan harga tertentu. Bukankan hal ini menyebabkan terjadinya humor sosial, di mana kita menjual sesuatu dari sesuatu yang sebenarnya tidak sah digunakan. Bukankah secara logika sesuatu yang kita jual tadi akibatnya juga menjadi tidak sah, bahkan bisa dibilang ‘haram’.

Jadi apa jalan keluar untuk mengatasi masalah pelanggaran hak cipta ini? Apakah kita harus membeli software yang berlisensi (asli) yang harganya mahal, sebagai contoh untuk Microsoft Windows XP Professional Edition harganya hampir Rp1,5 juta, atau kita tetap bertahan menggunakan bajakannya dan terus melanggar hak cipta orang lain sehingga kita harus menanggung malu karena disebut sebagai bangsa pembajak?

Untuk itu, pada saat sekarang ini sudah sangat banyak orang yang berkumpul bersama-sama membuat software untuk dapat dipakai secara bersama-sama oleh siapa saja dan tidak harus membeli atau membayar lisensi alias gratis. Pada awalnya mereka ini hanya saling berkumpul dan mempunyai kesukaan yang sama dan membuat sesuatu yang mereka sukai untuk dipakai bersama. Namun mereka berpikir kenapa tidak disebarkan saja dan digunakan oleh orang banyak, bukankah akan menjadi lebih bermanfaat. Di masa sekarang ini istilah untuk hal di atas disebut dengan nama ‘Open Source’. Istilah open source ini juga diberikan kepada software yang mereka kembangkan.
Open Source ini secara kasar dapat diartikan ‘terbuka’, maksudnya ‘terbuka’ adalah bebas untuk digunakan oleh siapa saja tanpa harus membeli lisensi. Siapa saja  dapat mempelajari bagaimana software tersebut bekerja. Siapa saja juga dapat melihat souce code (kode program) dari software tersebut dan juga dapat mengubah, menambah, atau mengurangi source code tersebut untuk kebutuhannya sendiri ataupun untuk disebarkan kembali, dengan syarat tidak mengutip biaya apa pun dari produk yang dibuatnya. Dengan demikian, software yang bersifat open source ini adalah software yang bebas digunakan oleh siapa saja, dan dapat diotak-atik sesuai keinginannya serta dapat disebarkan kembali.
Ada pula software yang bersifat open source tetapi sama dengan software yang bersifat propietary (tidak bebas, contohnya Windows), yaitu sama-sama mempunyai lisensi. Namun, software yang mempunyai lisensi yang berbeda, contohnya adalah GPL, GPLv2, GPLv3, CDDL, SPL, dan lain-lainnya. Perlu ditekankan, walaupun kebanyakan open source itu bebas untuk digunakan, tetapi tidak selalu berarti gratis. Hal ini terjadi karena banyaknya jenis lisensi untuk software yang bersifat open source, jadi sangat tergantung dengan jenis software yang akan kita gunakan. Adapun jenis yang biasanya diharuskan untuk membayar adalah jenis software yang biasa digunakan untuk Enterprise (perkantoran) ataupun untuk versi yang lebih lengkap dan mempunyai fitur-fitur tertentu.
Salah satu software dalam open source yang paling berkembang pesat dan mempunyai peranan penting di dunia adalah ‘Linux’ yang secara lengkap bernama GNU Linux yang pertama kali dikembangkan tahun 1991. Linux sendiri sekarang mempunyai lisensi GPLv2, versi yang lebih baru dari GPL, sedangkan untuk lisensi GPLv3 sendiri sedang dalam tahap pembahasan dan hampir selesai.Pada awalnya, Linux ditemukan oleh  seorang mahasiswa bernama Linus Torvalds. Dia membuat Linux versi pertama kali dan kemudian diposting ke Internet dengan pesan, siapa saja boleh mengambil dan mengubahnya. Hal ini menjadi asal muasal berkembangnya Linux. Setelah itu Linux semakin berkembang dan dengan diikuti berkembangnya dunia open source, pada saat ini sistem operasi Linux tidak kalah bila dibandingkan dengan sistem operasi komersial seperti Windows atau MacOS.
Selain Linux, masih banyak software lain yang berkembang, di antaranya yang sangat terkenal adalah Apache, MySQL dan PHP. Ketiga software ini semakin memimpin penggunaannya di dunia dan bersama dengan Linux dikenal dengan LAMP (Linux Apache MySQL PHP) dan menjadi kombinasi yang sering digunakan. Selain dari itu yang juga paling banyak digunakan adalah web browser Mozilla Firefox. Software  dalam open source yang bersifat bebas digunakan tanpa dikenai biaya bukan berarti kualitasnya kalah dibandingkan software yang propietary. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan software yang sangat luar biasa. Tentunya banyaknya pengguna di sini bukan dilihat semata karena bebas digunakan, tetapi juga karena kualitasnya yang baik sehingga penggunanya senang untuk memakainya. Contohnya adalah Linux yang selalu menjadi pilihan utama untuk sistem operasi yang digunakan untuk mesin server dikarenakan
keandalan dan kestabilannya.
Pemerintah Indonesia juga sudah mengikuti perkembangan open source ini walaupun masih tertinggal dibandingkan negaranegara lain. Hal ini dimulai dengan dijalankannya program-program untuk menggunakan software yang bersifat open source sehingga diharapkan dapat mengurangi pembajakan software dan juga sekaligus mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dari menggunakan software yang propietary dikalangan pemeritahan sendiri. Program pemerintah yang paling nyata untuk menggalakkan penggunaan open source adalah dengan melakukan migrasi ke penggunaan software aplikasi dan sistem operasi open source di lingkungan pemerintahan. Namun belum di semua departemen pemerintahan hal ini diterapkan. Penerapan software pada open source baru dilakukan di beberapa departemen pemerintahan saja.
Program pemerintah lainnya yaitu dengan dibentuknya IGOS (Indonesia Go Open Source). Beberapa program yang dilakukan IGOS seperti pelatihan, road show, ataupun sosialisasi diharapkan akan menyadarkan masyarakat untuk menggunakan software sistem open source yang legal daripada menggunakan melakukan pembajakan software yang komersial. IGOS sendiri pun juga sudah membuat distro Linux tersendiri yang sekarang ini dikenal dengan nama ‘IGOS’. Semoga ke depannya, Indonesia dapat menjadi negara yang terkenal akan open sourcenya dan bukan karena pembajakannya lagi.

Satu Tanggapan to “Mengapa Dengan Open Source ??”

  1. infoGue Says:

    Artikel anda di

    http://linux-open-source.infogue.com/mengapa_dengan_open_source_

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: